10:44 am - Thursday August 22, 2019

Kolam Tambang Makan Korban, JATAM Desak Tutup Ijin PT Lana Harita

DITEMUKAN TEWAS: Kolam milik PT Lana Harita Indonesia tempat M Yusuf (11) di temukan tewas. Foto: Dok JATAM KALTIM

PORTALBALIKPAPAN.COM, Samarinda – Seorang bocah bernama M Yusuf Subhan (11) santri dari Pesantren Yayasan Tursina, Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur, ditemukan tewas di kolam milik PT Lana Harita Indonesia, Samarinda, Senin (24/8/2015) lalu.

Kematian Yusuf menambah daftar korban anak-anak akibat kerusakan lingkungan dan kegiatan pertambangan batu bara di Samarinda sepanjang 2011 – 2015.

Dari hasil pantauan dan analisa Jatam Kaltim, beberapa fakta ditemukan, diantaranya, kolam ini diduga merupakan kolam Perlakuan kualitas air (treatment water quality) milik PT Lana Harita Indonesia karena terdapat larangan mengambil ikan yang diduga karena treatment terhadap kualitas air yang dilakukan.

Fakta lain hasil temuan Jatam Kaltim, perusahaan terkesan membiarkan masyarakat untuk menggunakan air kolam tanpa kepastian uji kualitas air yang tentunya sangat membahayakan kesehatan dan mengorbankan keselamatan warga.

Padahal jarak antara kolam dengan Masjid Pesantren Yayasan Tursina hanya berjarak 210 meter yang tentunya masuk kedalam konsesi area tambang batu bara milik PT Lana Harita Indonesia.

Perusahaan juga diduga telah melanggar Peraturan Menteri ESDM Nomor 38 tahun 2014 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan minerba, karena tidak adanya Pos Pengaman untuk mencegak akses warga ke kolam tersebut.

JATAM Kaltim mendesak PPNS Badan Lingkungan Hidup, BLH Provinsi dan PPNS Distamben Provinsi Kaltim untuk Melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan Tindak Pidana Pertambangan dan Tindak Pidana Lingkungan Hidup pada kasus tewasnya M. Yusuf Subhan (11).

JATAM juga mendesak Penghentian Ijin Operasi dan Ijin Lingkungan hidup sementara PT. Lana harita Indonesia dan menyesalkan Walikota Samarinda yang tak pernah belajar dari kesalahan dan pura-pura tutup mata atas terus terjadinya kejahatan tambang di samarinda.

Bentang Luas Konsesi PT. Lana harita Indonesia adalah 30. 018 hektar yang berada di 2 kawasan yaitu Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara, pengerukan LHI baru akan berakhir pada tahun 2031, perusahaan ini terafiliasi dalam grup perusahaan Lanna Resources milik Thailand. (*/ibnu)

16,986 total views, 1 views today

Don't miss the stories followPortal Balikpapan and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Dikabarkan Hilang, Ari Ditemukan di Klandasan

“Marshmallow” Menjadi Nama OS Terbaru Android