3:39 pm - Sunday December 15, 2019

Machnizon Sebut Listrik di Kaltim – Kaltara Aman Jika PLTG SENIPAH Sudah Beroperasi

GM PLN Area KALTIMRA Machnizon Masri saat persentasi

PORTALBALIKPAPAN.COM – ByarPet yang terjadi belakangan ini di Kota Balikpapan, membuat jengah sebagian besar Masyarakat Balikpapan. Tidak hanya di Balikpapan, pemadaman bergilir juga terjadi di seluruh wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

General Manager PLN KALTIMRA, Machnizon Masri, mengatakan, penyebab dari sering terjadinya pemadaman ini dikarekan minimnya ketersediaan daya yang ada di KaltimRa.

“Saat ini beban puncak dan daya yang ada di Balikpapan jumlahnya sama. Sehingga, jika ada pembangkit yang rusak karena faktor internal maupun external maka pemadaman tidak dapat di hindarkan,” ujarnya saat mengadakan Konferensi Pers, Senin (12/05/2014), di Rumah Makan Bondy, Balikpapan.

Kenaikan beban puncak ini, kata Machnizon, di sebabkan karena pertumbuhan pengguna Listrik di Balikpapan yang berkembang begitu pesat, di lihat dari tanggal 21 April, beban puncak mencapai 330,07 MW. Namun, pada tanggal 07 mei 2014, beban puncak sudah mencapai 337,57 MW. Kondisi ini, kata Machnizon, tergolong kondisi SIAGA, yang artinya, pemadaman bisa terjadi kapan saja apabila ada kerusakan dan sebagainya.

Menurut Machnizon, untuk gangguan di luar pembangkit yang dapat menyebabkan pemadaman pun beraneka ragam, gangguan bisa terjadi karena layang-layang, pohon, tiang, gardu, hewan dan lain-lain. Namun saat ini, kata Machnizon, gangguan external terbesar penyebab padamnya listrik, di sebabkan oleh pepohonan.

Untuk mengatasi krisis listrik, kata Machnizon, PLN sudah melakukan langkah-langkah untuk mengatasinya, salah satu di antaranya adalah dengan pembangunan PLTG PEAKING. Dan dalam waktu dekat ini juga akan di operasikan PLTG Senipah yang di rencanakan dapat beroperasi pada bulan Juni 2014 dengan daya 82 MW yang 100% di kelola oleh swasta. Jika PLTG SENIPAH sudah dapat beroperasi di Sistem Mahakam, maka kondisi krisis listrik di Kaltimra dapat teratasi

Kembali ke PLTG PEAKING, PLTG ini hanya di operasikan pada beban puncak yang umumnya terjadi dari pukul 17.00 sampai dengan 22.00. Namun kondisi yang terjadi sekarang, beban puncak yang rata-rata mencapai 288 MW justru sering terjadi pada siang hari, hal ini menyebabkan pembangkit di luar peaking tidak sanggup melayani. Oleh karena itu, peaking yang sedianya di operasikan pada pukul 17.00 kini harus di operasikan mulai pukul 01.00 siang.

Namun sayangnya, walau Peaking sudah di operasikan belakangan pemadaman masih sering terjadi ? pihak PLN mengatakan hal ini di sebabkan karena masih banyaknya settingan yang belum sepenuhnya benar di karenakan peralatan ini adalah peralatan baru.

Jika, PLTG SENIPAH yang di rencanakan akan beroperasi pada bulan Juni 2014 sudah beroperasi, maka PLTG ini akan di operasikan selama 24 jam menggantikan PLTG Peaking dan Pembangkit-pembangkit yang telah beroperasi selama ini.

2,030 total views, 1 views today

Don't miss the stories followPortal Balikpapan and let's be smart!
Loading...
0/5 - 0
You need login to vote.
Filed in

Peringati Hari Kartini, 20 TK Se-Balikpapan Tengah Karnaval di Lapangan Sumber Rejo

Yuk Intip “Dapur” Perusahaan Catering Dengan Produksi Hingga 110ribu Porsi Perhari