PORTALBALIKPAPAN.COM, Korea Selatan – Kia merayakan 80 tahun perjalanan globalnya dengan menggelar seremoni dan pameran khusus di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan.
Perayaan ini menjadi momentum penting bagi Kia untuk menegaskan transformasi merek sekaligus arah pengembangan mobilitas masa depan di tengah dinamika industri otomotif global.
Acara peringatan 80 tahun Kia yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Kia Global ini dihadiri lebih dari 400 undangan, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, serta mitra strategis.
Perayaan tersebut merefleksikan perjalanan Kia dari industri manufaktur sederhana hingga berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem mobilitas berkelanjutan dunia.
Kia didirikan pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho dan memulai bisnisnya sebagai produsen komponen logam. Pada 1952, nama Kia resmi digunakan bersamaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya berupa sepeda 3000-Liho.
Tonggak penting berikutnya hadir pada 1973 melalui pendirian Sohari Plant—kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong—yang menjadi fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan.
Masuknya Kia ke industri kendaraan roda empat dimulai pada 1974 lewat peluncuran Kia Brisa. Sejak itu, berbagai model ikonik turut memperkuat eksistensi global Kia, termasuk Kia Pride yang diluncurkan pada 1987 serta Kia Sportage pada 1993 yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia.
Perjalanan transformasi Kia berlanjut pada 1997 saat perusahaan bergabung dengan Hyundai Motor Group. Fase penting lainnya terjadi pada 2005 ketika Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management secara menyeluruh.
Langkah ini diperkuat dengan perekrutan desainer global Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer, yang menjadi fondasi pembentukan identitas desain Kia hingga saat ini. Dalam perayaan ini, Kia juga menyoroti kontribusi sumber daya manusia sebagai elemen kunci di balik transformasi merek.
Rangkaian cerita perjalanan, film khusus, hingga penampilan Kia Ambassador dan violinist kelas dunia Clara-Jumi Kang menegaskan bahwa evolusi Kia tidak terlepas dari peran manusia di setiap generasi.
Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menekankan makna perjalanan panjang Kia selama delapan dekade.
“Sejarah 80 tahun Kia adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia,” ucap Chung.
Sementara itu, Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song, menegaskan bahwa warisan tersebut akan menjadi pijakan utama dalam pengembangan produk dan teknologi ke depan.
“Dengan memetik pelajaran dari perjalanan 80 tahun Kia, kami menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal. Kami berkomitmen untuk menjaga dan membagikan warisan ini sebagai fondasi untuk masa depan,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari perayaan, Kia turut memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept. Konsep kendaraan ini merepresentasikan interpretasi
Kia terhadap mobilitas masa depan dengan menggabungkan performa dinamis dan kenyamanan ruang interior bernuansa lounge, yang terinspirasi dari karakter grand touring era 1960-an.
Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United” dengan pendekatan human-centered design. Kabin dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara imersif melalui teknologi digital, dengan fokus pada kenyamanan pengemudi dan penumpang dalam perjalanan jarak jauh.
Konsep ini dilengkapi setir generasi terbaru dengan tiga mode digital—Speedster, Dreamer, dan Gamer—serta teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD). Fitur tersebut memungkinkan informasi visual tampil secara tiga dimensi, meningkatkan interaksi antara pengemudi dan kendaraan.
“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” terang Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.
Selain peluncuran konsep kendaraan, Kia juga membuka Pameran 80 Tahun Kia bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menampilkan delapan zona tematik dan 17 kendaraan ikonik Kia, mulai dari model bersejarah hingga produk terkini yang mencerminkan perjalanan evolusi teknologi dan desain Kia selama 80 tahun.
Pameran yang digelar di Kia Vision Square ini akan dibuka untuk publik hingga 2029. Kehadirannya menjadi ruang refleksi atas transformasi Kia, dari sepeda pertama hingga kendaraan listrik dan solusi mobilitas berbasis teknologi.
Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia terus memperkuat komitmennya terhadap pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan mobilitas berbasis perangkat lunak.
Langkah ini menegaskan posisi Kia dalam menghadapi era baru industri otomotif yang berfokus pada keberlanjutan dan inovasi teknologi. (*/pr/fr)



















