PORTALBALIKPAPAN.COM – Awal 2026 menghadirkan perubahan besar di dunia pertelevisian Indonesia. Serial animasi legendaris Doraemon dilaporkan tidak lagi mengisi slot program RCTI, stasiun yang selama lebih dari tiga dekade identik dengan kehadiran robot kucing dari masa depan itu.
Berdasarkan penelusuran jadwal siaran periode 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, judul Doraemon tak lagi tercantum dalam daftar program. Kehilangan ini terasa paling mencolok pada Minggu pagi—waktu tayang yang selama 35 tahun terakhir menjadi ciri khas Nobita dan kawan-kawan.
Sejumlah pengamat menilai tanda-tanda penurunan sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Meski RCTI sempat meningkatkan frekuensi penayangan menjadi harian, beberapa film layar lebar Doraemon belakangan justru berpindah ke stasiun lain, yakni Trans TV.
Sejak pertama kali mengudara pada awal 1990-an melalui lisensi ADK Indonesia dan hak siar PT Hikmad & Chusen, Doraemon tumbuh sebagai tontonan lintas generasi.
Popularitas animenya berjalan seiring dengan komik karya Fujiko F. Fujio yang juga sukses di Indonesia lewat penerbitan Elex Media Komputindo.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari RCTI maupun pemegang lisensi terkait alasan penghentian tayang atau kepastian stasiun pengganti. Namun, secercah harapan masih terbuka.
Sejumlah pengisi suara versi Indonesia disebut telah menuntaskan proses dubbing untuk episode terbaru, memunculkan spekulasi bahwa Doraemon berpotensi beralih ke televisi lain atau platform streaming.
Kabar ini ramai dibicarakan warganet di X (Twitter) setelah akun komunitas menyebut Doraemon resmi mengakhiri penayangannya. Unggahan tersebut cepat menyebar dan memicu gelombang nostalgia dari penonton lintas usia.
Secara historis, Doraemon memiliki ikatan panjang dengan televisi Indonesia. Serial ini pernah hadir di TVRI pada 1979–1989, sebelum akhirnya menjadi ikon RCTI sejak Desember 1990.
Absennya tayangan ini pun memunculkan banyak tanda tanya, mengingat posisinya sebagai tontonan keluarga favorit akhir pekan.
Sampai berita ini disusun, publik masih menanti kejelasan: apakah Doraemon akan kembali menyapa lewat layar kaca stasiun lain, atau justru menemukan rumah baru di ranah digital. (*/ih)













