PORTALBALIKPAPAN.COM – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) meresmikan Desa Energi Berdikari Wisata Kariangau (DEB Wiskar) pada Senin (16/12).
Peresmian ini berlangsung di Desa Kariangau, dekat wilayah operasional PTK Shorebase Tanjung Batu (PSTB), dan dihadiri langsung oleh Direktur Armada PTK, Slamet Harianto, beserta jajaran manajemen PTK dan PSTB.
DEB Wiskar merupakan langkah konkret PTK dalam mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus penyediaan energi bersih bagi masyarakat. Konsep yang diusung adalah green energy, di mana lahan kosong diubah menjadi area produktif, seperti perkebunan pangan, kolam bioflok untuk budidaya ikan, budidaya maggot, dan instalasi panel surya berkapasitas 4,4 KWh.
Dukungan Berbasis Community Development
VP Legal & Relations PTK, Sonny Mirath, menjelaskan bahwa DEB Wiskar dibangun dengan pendekatan community development.
Program ini dirancang melalui masa inkubasi selama tiga tahun dengan pendampingan intensif untuk memastikan keberhasilan dan kemandirian masyarakat yang terlibat.
Desa ini berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi, terdiri dari 3.000 meter persegi untuk area produktif dan 7.000 meter persegi yang akan dikembangkan menjadi kawasan wisata mangrove.
Saat ini, pengelolaan DEB Wiskar melibatkan 18 local heroes, mayoritasnya adalah perempuan, yang bertugas mengelola berbagai fasilitas seperti kolam bioflok berkapasitas 6.000 ekor ikan, budidaya maggot, perkebunan, hidroponik, dan panel surya.
Menciptakan Nilai Bersama dan Mendukung Ekonomi Lokal
PTK juga menjadikan DEB Wiskar sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan katering di fasilitas PSTB yang berjarak sekitar 7 kilometer. Langkah ini sejalan dengan konsep Creating Shared Value (CSV) type 3, yaitu pengembangan klaster lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Direktur Armada PTK, Slamet Harianto, menegaskan bahwa DEB Wiskar merupakan bukti keseriusan PTK dalam mendukung keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
“Perusahaan yang baik tidak hanya dilihat dari pendapatannya, tetapi juga dari keterlibatan dan kolaborasi dengan masyarakat sekitar. Kolaborasi ini adalah kunci keberlanjutan program seperti DEB, yang manfaatnya bisa dirasakan oleh semua pihak,” ujar Slamet.
DEB Wiskar menjadi Desa Energi Berdikari kedua yang diinisiasi PTK setelah DEB Omah Sinau di Jambi, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan energi hijau dan pemberdayaan masyarakat. (*/pr)