PORTALBALIKPAPAN.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan dan mendekati level Rp18.000. Pada perdagangan Jumat (23/10/2026), rupiah dibuka di kisaran Rp18.050–Rp18.070 per dolar AS, melanjutkan pelemahan dalam beberapa hari terakhir.
Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari ketidakpastian ekonomi global dan harga minyak dunia yang masih tinggi. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak naik, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong investor global lebih berhati-hati terhadap aset negara berkembang.
Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen dan menaikkan suku bunga fasilitas simpanan untuk mendukung stabilitas rupiah. Meski begitu, pelaku pasar menilai rupiah masih menghadapi tantangan hingga ketidakpastian eksternal mereda.
Kementerian Keuangan menyatakan akan menjaga sisi fiskal, sementara stabilisasi nilai tukar menjadi tanggung jawab Bank Indonesia. Analis memperkirakan rupiah masih berpotensi berfluktuasi di kisaran Rp17.900–Rp18.200 dalam jangka pendek. (fr)
















