PORTALBALIKPAPAN.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan bersenjata di Tepi Barat menewaskan tentara Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu langsung memerintahkan penutupan kota Hebron dan menyiapkan lockdown penuh di seluruh Tepi Barat.
“Saya memerintahkan IDF dan pasukan keamanan untuk segera mengenakan blokade di kota Hebron dan bersiap melakukan penutupan penuh seluruh Tepi Barat mulai hari ini,” kata Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dilansir Deutsche Welle dan The Hindu, Jumat (23/10/2026). Ia juga menegaskan akan memburu teroris Hamas dan mereka yang mengirimkannya di mana saja dan kapan saja. “Tidak ada tempat bersembunyi bagi kalian,” tegasnya.
Dari sisi Iran, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa pusat data, kabel komunikasi, dan fasilitas kecerdasan buatan (AI) terkait Amerika Serikat di kawasan Teluk dapat menjadi sasaran jika perang berlanjut.
“Kami belum memasukkan aset-aset tersebut ke dalam daftar target. Namun jika perang pecah, banyak kabel, pusat data, fasilitas kecerdasan buatan, dan berbagai situs lainnya akan hancur,” ujar Rezaei dalam wawancara dengan Press TV, dikutip Detik dan Bloomberg Technoz. Ia menambahkan bahwa nilai infrastruktur tersebut diperkirakan melampaui US$2 triliun.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menuding Iran sengaja menaikkan harga minyak menjelang pemilu sela. “Iran melakukan segala cara untuk menaikkan harga minyak sebelum pemilu sela AS. Mereka bahkan mengarang-ngarang serangan palsu dan penanaman ranjau,” tulis Trump di Truth Social, dilansir Detik dan Reuters.
Di Arab Saudi, serangan Houthi ke bandara dan fasilitas Aramco membuat beberapa maskapai menunda penerbangan, sementara AS memerintahkan sebagian diplomat meninggalkan wilayah tersebut. Situasi di Selat Hormuz dan Tepi Barat masih terus dipantau. (*)















