PORTALBALIKPAPAN.COM, Samarinda – Sakaraska Festival 2026 yang diinisiasi Alumni AS Network (AAN) wilayah Kalimantan sukses digelar di Temindung Creative Hub, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 16 Februari 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Celebrating 250 Years of Innovation, Security, and Entrepreneurship in the United States through the Role of Alumni in Strengthening Community Engagement in Indonesia.”
Festival yang dihadiri hampir 300 pengunjung dari berbagai kalangan itu menghadirkan beragam agenda, mulai dari lokakarya kewirausahaan, presentasi, stan ekonomi kreatif, pertunjukan musik dan seni, hingga permainan edukatif.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan sejumlah pihak, antara lain U.S. Embassy Jakarta, Alumni Amerika Serikat Indonesia, South Sumatera American Alumni Community, American Alumni Association of West Sumatera (AAAWS), Forum Alumni Amerika Serikat Khatulistiwa (FORASKA), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Samarinda, Temindung Creative Hub, Disporapar Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, PERAK SMART, Ekonomi Kreatif Kaltim, Alumni Amerika Serikat Kaltim, Education USA Samarinda, AMINEF, Fulbright Indonesia, Cornell Lab of Ornithology, serta The University of California Chapel Hill.
Tim Sakaraska (Sampan Karsa Alumni AS-Kalimantan) yang terdiri atas Theo Nugraha, Ario Maulana, Chairunnisa, Misbahul Aslam, Rahman Putra, dan Sukarti menjadi motor penggerak kegiatan tersebut.
Rangkaian acara dimulai pukul 14.00 WITA dengan registrasi dan sesi jejaring, dilanjutkan sambutan serta pengenalan ekonomi kreatif oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kota Samarinda, Agnes Gering Belawing, memaparkan strategi pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Sesi lokakarya dan talkshow yang dipandu Dwie Arum Meynina turut menjadi sorotan peserta. Selain itu, permainan bertema sejarah dan edukasi Amerika Serikat oleh EducationUSA Samarinda serta permainan rakyat dan olahraga tradisional dari Perak Smart menambah semarak acara.
Yayasan Suara Rimba, Kepo Kutai, dan Unmul Presentation & Discussion juga menghadirkan ruang berbagi pengalaman lintas negara.
Stan ekonomi kreatif diramaikan pelaku usaha, di antaranya Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia Kaltim, Ibib Food, Menggeris, Jajane Destyn, Manika Kaltim, Nanaz Food, Bakulan Koe, Najnud, Rajut Handmade Kaltim, DQriyaku, dan Loa Honey.
Pada agenda malam, Ketua Proyek Sakaraska Theo Nugraha, perwakilan Alumni AS Network Hanna Wirena Putri, serta mitra lokal menyampaikan sambutan.
Kegiatan juga diisi pemaparan mengenai 250 tahun inovasi, keamanan, dan kewirausahaan Amerika Serikat oleh perwakilan Kedutaan Besar atau Konsulat Amerika Serikat.
Acara diresmikan oleh Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda Hj. Elly Luchritia Nova Saefuddin Zuhri. Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan program Learning Management System (LMS) oleh tim Sakaraska yang diwakili Irma Fitriani, sebagai platform digital untuk mendukung pengelolaan pembelajaran daring.
Malam puncak festival dimeriahkan penampilan musik dan tari dalam bingkai pertukaran budaya, di antaranya Next Door to the Blues, Rizal Ramdani, Octhavianie Jessyca Putri dengan Tari Kancet Lasan, serta Sanggar Pesona 22 dari SMP Negeri 22 Samarinda.
Festival ini turut didukung sejumlah mitra lokal, seperti KPOTI Kaltim, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNMUL, KEPO Kutai, Yayasan Suara Rimba, SMP Negeri 22 Samarinda, Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, UMKT, Yudhistira Dunia Buku Sekolah, Yudhistira E-book, serta ANW Air Minum Dalam Kemasan.
Adapun media partner yang terlibat antara lain RRI Kota Samarinda, Radio KPFM 96.8, Visual Jalanan, VOIR KALTIM, Tentang Samarinda, Ragam Samarinda, 0541 Magazine, Local Native Borneo, dan SATO Entertainment.
Sakaraska Festival 2026 diharapkan menjadi wadah promosi inovasi dan kreativitas sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan alumni Amerika Serikat di Kalimantan Timur. (*)












