PORTALBALIKPAPAN.COM – Induk perusahaan WhatsApp, Meta, secara resmi mulai menguji coba layanan berlangganan baru yang diberi nama WhatsApp Plus. Berdasarkan laporan dari berbagai media teknologi internasional terkemuka seperti TechCrunch dan Bloomberg, langkah strategis ini diambil Meta untuk mendiversifikasi sumber pendapatannya di luar iklan digital.
Opsi berlangganan ini dirancang khusus bagi pengguna yang menginginkan personalisasi tingkat lanjut serta kontrol yang lebih besar atas tampilan aplikasi mereka.
Layanan premium ini dibanderol dengan harga $2.99 atau sekitar Rp 48.000 hingga Rp 53.000 per bulan, tergantung pada penyesuaian wilayah dan nilai tukar mata uang masing-masing negara.
Kawasan Eropa dilaporkan menjadi salah satu wilayah pertama yang mendapatkan akses uji coba ini. Meta sendiri berencana untuk memperluas jangkauan paket langganan berbayar tersebut ke seluruh dunia secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Berbeda dengan model bisnis aplikasi lain yang menarik biaya untuk menghapus iklan, WhatsApp Plus lebih menitikberatkan pada personalisasi visual dan pengelolaan pesan.
Pengguna yang berlangganan akan disuguhkan dengan 18 pilihan tema obrolan baru seperti Vibrant Blue dan Emerald Green, serta 14 desain ikon aplikasi kustom untuk mempercantik layar utama ponsel. Selain itu, pelanggan juga mendapatkan akses ke puluhan nada dering eksklusif dan stiker beranimasi spesial yang tetap bisa dilihat oleh pengguna gratis.
Dari segi fungsionalitas, WhatsApp Plus menawarkan peningkatan signifikan seperti kemampuan untuk menyematkan (pin) hingga 20 obrolan penting di halaman utama, jauh melampaui batas pengguna reguler yang hanya dibatasi tiga obrolan.
Tidak hanya itu, fitur “WhatsApp Status” atau cerita (story) juga mendapatkan peningkatan eksklusif. Pelanggan premium dapat mengunggah video dengan durasi lebih panjang hingga 60 detik, membagikan konten dalam kualitas Super HD tanpa kompresi yang membuat gambar pecah, serta mendapatkan lencana profil khusus di sekitar foto mereka.
Kendati memperkenalkan fitur-fitur premium berbayar, Meta menegaskan bahwa fungsi inti WhatsApp akan tetap 100% gratis bagi miliaran pengguna di seluruh dunia. Layanan dasar seperti bertukar pesan teks, panggilan suara dan video, hingga sistem keamanan enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) dipastikan tidak akan dikunci di balik paywall.
Strategi freemium ini serupa dengan yang diterapkan oleh kompetitor seperti Telegram Premium, di mana fungsi komunikasi utama tetap dijaga agar bisa diakses semua orang, sementara fitur kosmetik dan utilitas tambahan disediakan bagi pengguna yang bersedia membayar lebih. (*/mt)














