PORTALBALIKPAPAN.COM – Pencarian delapan orang yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026, di perairan Selat Sunda masih berlangsung tanpa temuan korban.
Tim SAR gabungan memutuskan memperpanjang operasi selama tiga hari hingga Kamis, 17 September 2026, setelah evaluasi hari ketujuh pada Senin, 14 September, hasilnya masih nihil.
Rombongan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menaiki speedboat Arupadhatu 1 menuju Gunung Anak Krakatau yang sedang erupsi.
Mereka terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro Pranoto atau Yudhis dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas, serta kapten kapal Warta (55), anak buah kapal Surakman (60), dan pemandu Heriyanto (49).
Komunikasi terakhir tercatat sekitar pukul 14.42 WIB saat salah satu anggota mengirim titik lokasi, lalu terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Ada laporan posisi sempat terdeteksi di sekitar Anak Krakatau sekitar pukul 18.13 WIB.
Operasi melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, nelayan, dan unsur lain. Area pencarian diperluas hingga ribuan mil laut persegi, mencakup perairan sekitar Anak Krakatau, Pulau Sangiang, Pulau Panaitan, Anyer–Carita, Teluk Semangka, hingga perairan Lampung. Dikerahkan puluhan kapal termasuk KRI, KN SAR, KAL, dan RIB, serta helikopter dan drone thermal.
Beberapa benda terapung sempat ditemukan, antara lain life jacket oranye, terpal, galon, helm, dan jeriken. Pemeriksaan Polda Banten menyatakan sebagian besar barang itu bukan milik Arupadhatu 1, sehingga belum menjadi petunjuk kuat. Penyelaman ke dasar laut belum dilakukan karena titik kapal belum ditemukan.
Kendala di lapangan meliputi kabut dan abu vulkanik yang membatasi jarak pandang hingga sekitar satu mil laut, gelombang, serta aktivitas Gunung Anak Krakatau. Presiden Prabowo Subianto sudah menginstruksikan TNI AL sejak awal operasi.
Gubernur Banten Andra Soni terjun ke lapangan, dan keluarga korban mendampingi di posko SAR Carita. Hingga Selasa, 15 September 2026, hari ke-9 sejak hilang kontak, delapan orang itu belum ditemukan dan operasi dilanjutkan sesuai perpanjangan hingga 17 September. (ih)















