PORTALBALIKPAPAN.COM, Nusantara — Pertunjukan Reog Ponorogo memeriahkan kawasan Bendungan Sepaku Semoi, Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (28/3), yang disambut antusias masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menghidupkan fungsi bendungan sebagai ruang publik serta destinasi rekreasi dan edukasi bagi warga sekitar maupun pengunjung dari luar daerah.
Kelompok seni Singo Joyo Nusantoro yang beranggotakan warga asal Ponorogo dan telah lama menetap di Desa Argomulyo, Kecamatan Sepaku, tampil bergantian di halaman bendungan.
Atraksi topeng dadak merak yang diangkat tinggi para penari disambut sorak penonton yang memadati lokasi.
Penasihat kelompok Singo Joyo Nusantoro, Senen, mengatakan komunitas tersebut dibentuk untuk menjaga kelestarian budaya Reog Ponorogo di tanah perantauan.
“Dulu kami transmigrasi dari Ponorogo. Supaya tidak punah, budaya ini tetap kami jalankan di sini,” ujarnya. Ia mengaku senang karena pertunjukan di Bendungan Sepaku Semoi mendapat sambutan positif masyarakat.
Antusiasme juga disampaikan warga Semoi 4, Wulan, yang datang menyaksikan pertunjukan sambil merekam menggunakan ponselnya.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti Reog maupun kuda lumping menarik dan perlu terus digelar agar tidak hilang.
“Bagus kalau terus ada. Jadi bendungan lebih ramai dan banyak orang dari luar datang,” katanya.
Hal serupa disampaikan Sidik, warga Sepaku yang hadir bersama keluarga. Ia menilai kegiatan hiburan di kawasan bendungan menjadi ruang berkumpul masyarakat.
“Senang, sudah lama tidak ada acara seperti ini. Apalagi di bendungan, masyarakat jadi punya hiburan dan bisa berkumpul,” ujarnya.
Seiring meningkatnya kunjungan, kawasan Bendungan Sepaku Semoi yang telah dibuka untuk umum juga mulai dilengkapi fasilitas pendukung.
Salah satunya kafe Kopi Bend’s yang beroperasi setiap hari pukul 08.00–22.00 WITA dan menyediakan minuman serta makanan ringan bagi pengunjung.
Pengelola Kopi Bend’s, Farih, mengatakan kehadiran fasilitas tersebut bertujuan menghidupkan kawasan bendungan sebagai ruang rekreasi masyarakat.
Selain itu, tersedia pula kebun melon yang memungkinkan pengunjung memetik buah langsung dari kebun sebagai aktivitas edukatif, terutama bagi keluarga dan anak-anak.
Dengan berbagai kegiatan dan fasilitas tersebut, Bendungan Sepaku Semoi kini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur sumber daya air, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang mendukung aktivitas sosial, rekreasi, dan edukasi masyarakat di kawasan IKN. (mt)
















