PORTALBALIKPAPAN.COM, Banjarmasin – Manajemen PT Virgo Karya Shipping memprioritaskan pencarian dan evakuasi jenazah korban KM Virgo Transport 8 sebelum melakukan operasi pengangkatan bangkai kapal atau salvage secara penuh. Hingga 20 Oktober 2026, sebanyak 53 orang masih dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya kapal tersebut di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Rihi, menyampaikan hal itu saat audiensi dengan keluarga korban di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (20/10/2026).
“Kami mengutamakan sisi kemanusiaan terlebih dahulu sehingga diupayakan jenazah bisa ditemukan sebelum salvage dilakukan,” ujarnya. Proses pengangkatan bangkai kapal diperkirakan berlangsung hingga 30 hari, bergantung pada kondisi arus, cuaca, dan penyelesaian persyaratan asuransi.
Berdasarkan data manifes 243 orang, sebanyak 190 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Sementara itu, 53 orang lainnya masih hilang dan sebagian besar diduga berada di dalam bangkai kapal yang terbalik di dasar laut.
Basarnas telah menghentikan penyelaman ke dalam bangkai kapal karena kondisi yang semakin berbahaya dan dinilai tidak efektif. Operasi pencarian kini difokuskan di permukaan laut serta wilayah pesisir Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pencarian di dalam kapal akan dilanjutkan setelah bangkai kapal berhasil diangkat.
Di sisi hukum, Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pelayaran, yakni AY selaku nakhoda KM Virgo Transport 8, LBA sebagai agen PT Virgo Karya Shipping, RH selaku manajer operasional perusahaan, serta YR yang menjabat General Manager Cabang Surabaya.
Keempatnya ditahan di Rutan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Kalimantan Selatan. Penyidikan masih berlangsung terkait dugaan kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa.
Sementara itu, keluarga korban, termasuk dari Kabupaten Garut, telah menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mendesak percepatan operasi salvage. Mereka meminta kepastian jadwal pengangkatan bangkai kapal serta komunikasi yang terbuka dari pihak terkait mengenai nasib puluhan korban yang masih hilang.
KM Virgo Transport 8 tenggelam pada dini hari 13 September 2026 saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal berusia sekitar 39 tahun tersebut sebelumnya beroperasi di Jepang dengan nama Ferry Kurushima sebelum digunakan di Indonesia sejak Juli 2026. (*)















