PORTALBALIKPAPAN.COM — Semangat kemerdekaan tak selalu harus dirayakan di lapangan besar atau pusat pemerintahan. Dari lingkungan permukiman, nilai-nilai persatuan dan kecintaan kepada Tanah Air terus dirawat. Hal itu ditunjukkan warga RT 17, Kelurahan Damai Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan, yang konsisten menggelar upacara bendera dalam rangka Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2026).
Upacara yang berlangsung di lingkungan RT 17 tersebut menjadi pelaksanaan kedelapan kalinya. Sekitar 55 warga turut ambil bagian, ditambah 13 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mulawarman dan Universitas Mulia. Kegiatan juga dihadiri Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Ketua RT 17, Untung Sutanto, mengatakan upacara bendera menjadi salah satu cara warga menjaga semangat kebangsaan sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan kebersamaan dan kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan.
“Harapan saya kedepannya untuk warga saya sendiri, warga RT17 tetap menjaga kerukunan, kekompakan, kita selalu bergotong royong untuk menjadikan lingkungan RT17 ini menjadi lingkungan yang maju lagi,” kata Untung.
Bagi Untung, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam memaknai Dirgahayu RI ke-81. Kemerdekaan, menurutnya, bukan hanya momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk membangun lingkungan melalui persatuan dan gotong royong.
Ia berharap semangat kebersamaan di RT 17 dapat terus dipertahankan di tengah perkembangan Balikpapan yang semakin dinamis, terlebih dengan semakin kuatnya aktivitas pembangunan dan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita bisa saling bahu-membahu, gotong royong untuk mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif dan juga kita berharap mudah-mudahan di Balikpapan ini tetap kondusif selalu,” ujarnya.
Untung juga mengajak RT-RT lain di Balikpapan untuk ikut menghidupkan peringatan kemerdekaan melalui kegiatan di lingkungan masing-masing. Ia menilai tidak semua warga dapat mengikuti upacara di lokasi pusat pemerintahan maupun lapangan utama kota.
Karena itu, upacara di tingkat RT dinilai memiliki arti penting sebagai ruang untuk menumbuhkan rasa kebangsaan sekaligus mendekatkan nilai-nilai kemerdekaan kepada masyarakat.
“Kita menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada Indonesia, kita menumbuhkan rasa kemerdekaan ini dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” kata Untung.
Rangkaian peringatan kemerdekaan di RT 17 tidak berhenti pada upacara bendera. Sebelumnya, warga telah menggelar kegiatan bersih kampung pada Minggu pertama Agustus serta tasyakuran pada malam sebelum upacara yang dihadiri hampir 200 warga.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan untuk anak-anak. Sekitar 22 Agustus mendatang, warga juga dijadwalkan menggelar sejumlah perlombaan lainnya. Puncak rangkaian kegiatan direncanakan pada 30 Agustus melalui jalan santai bersama seluruh warga RT 17.
Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan dengan semangat swadaya. Untung menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah menunjukkan solidaritas dan dukungan sehingga berbagai kegiatan dapat terlaksana.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menghidupkan suasana kemerdekaan di lingkungan.
“Dari warga untuk warga,” menjadi semangat yang dipegang dalam pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut.
Untung turut menyoroti perkembangan Balikpapan yang semakin ramai seiring aktivitas pembangunan dan perkembangan IKN. Kondisi tersebut dinilainya sebagai bagian dari dinamika kota yang harus dihadapi dengan kesiapan dan kebersamaan masyarakat.
Ia berharap Balikpapan dapat terus berkembang tanpa kehilangan karakter sebagai kota yang aman, nyaman, dan kondusif.
Selain itu, Untung berharap tradisi upacara bendera di RT 17 dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Jika kondisi memungkinkan, warga diharapkan kembali mengenakan pakaian adat sebagai bagian dari penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Ia juga berharap semakin banyak RT di Balikpapan yang menggelar upacara serupa. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya terpusat di lokasi tertentu, tetapi tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi warga RT 17, Dirgahayu RI ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Dari lingkungan RT, semangat itu diharapkan terus menjalar menjadi energi positif bagi Balikpapan dan Indonesia menuju bangsa yang semakin maju, kuat, sehat, sejahtera, dan tetap menjunjung tinggi persatuan. (*/mhd)

















