PORTALBALIKPAPAN.COM, Sampit — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan. Asap tebal dari kebakaran, terutama di area lahan gambut, mulai menyelimuti sejumlah kawasan permukiman dan ruas jalan di Kota Sampit.
Kebakaran yang terjadi di lahan gambut turut berdampak terhadap kualitas udara. Kepulan asap terlihat menutupi sejumlah wilayah dan menyebabkan jarak pandang berkurang, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat sedikitnya 317 kejadian karhutla telah ditangani hingga 15 Agustus 2026.
Kecamatan Baamang menjadi salah satu wilayah dengan kasus karhutla paling tinggi. Hingga 18 Agustus 2026, BPBD mencatat 142 kejadian kebakaran telah ditangani di wilayah tersebut.
Dari keseluruhan penanganan itu, luas lahan yang terdampak kebakaran di Kecamatan Baamang diperkirakan mencapai 114 hektare.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian lokasi kebakaran berada di kawasan gambut. Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar membuat api berpotensi sulit dikendalikan dan menghasilkan asap dalam jumlah besar. Apabila tidak segera ditangani, kebakaran dikhawatirkan meluas serta semakin menurunkan kualitas udara di Sampit dan wilayah sekitarnya.
Tim gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman serta penanganan terhadap lokasi yang ditemukan memiliki titik api. Proses pemadaman menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca yang panas dan kering, yang dapat mempercepat penyebaran api di lahan yang rawan terbakar. (mt)













